Tempat · Corner Shop
Ritel dan Kuliner, Ditata Ulang: Ulasan Corner Shop di 180 The Strand, London
Bertempat di dalam cangkang Brutalist yang telah dikembangkan ulang di 180 The Strand, Corner Shop memadukan ritel dan kuliner menjadi ruang fleksibel yang beroperasi sepanjang hari, yang dibentuk oleh bangunan di sekelilingnya.
oleh James B. Stoney · 9 April 2025

Ruang-ruang baru di London sering kali didefinisikan bukan oleh fungsi masa kininya, melainkan oleh sejarah masa lalunya. Corner Shop berada di tengah pergeseran tersebut.
Berlokasi di 180 The Strand, tempat ini merupakan bagian dari pengembangan ulang yang lebih luas, yang telah mengubah bekas blok perkantoran menjadi lingkungan serbaguna—menggabungkan ritel, perhotelan, dan ruang budaya dalam satu struktur tunggal.
Bangunan Tersebut
Bangunan asli di 180 The Strand berasal dari tahun 1970-an.
Dirancang oleh Frederick Gibberd, bangunan ini merupakan struktur Brutalist yang dibangun dari batu Portland, kokoh, tertutup (inward-facing), dan sangat khas dengan masanya. Selama bertahun-tahun, bangunan ini berfungsi sebagai ruang kantor yang sebagian besar terputus dari jalanan di sekitarnya.
Hal tersebut kini telah berubah.

Transformasi
Setelah pembangunan ulang yang panjang, bangunan ini dikerjakan ulang menjadi 180 Studios, kini menjadi pusat untuk pameran, mode, dan acara kreatif, termasuk berbagai program selama London Fashion Week.
Bersamaan dengan itu, 180 Quarter yang lebih luas telah muncul, menggabungkan struktur asli dengan tambahan kaca dan batu yang dirancang untuk membuka situs tersebut ke arah luar.
Corner Shop berada di dalam lapisan yang lebih baru tersebut.
Ruang Tersebut
Konsepnya mencerminkan lingkungannya.
Dikembangkan oleh Alex Eagle, Nick Jones, dan Mark Wadhwa, tempat ini menggabungkan ritel dan kuliner dalam satu lingkungan.
Tata letaknya berpindah-pindah antara kafe, restoran, toko, dan gelateria tanpa pemisahan yang jelas. Anda bisa datang untuk sekadar kopi, tinggal untuk bersantap, atau bergerak melalui ruang tersebut tanpa tujuan yang tetap.
Tempat ini dirancang untuk fleksibilitas, bukan untuk acara khusus saja.

Makanan dan Suasana
Menu yang disajikan bernuansa Eropa.
Hidangan yang ditawarkan terasa familier namun dieksekusi dengan penuh ketelitian, diposisikan di antara kafe dan restoran, alih-alih berkomitmen penuh pada salah satunya. Penekanannya adalah pada kemudahan: sesuatu yang membuat Anda kembali secara rutin, alih-alih sesuatu yang harus direncanakan secara khusus.
Pendekatan yang sama juga tercermin pada atmosfernya.
Tempat ini aktif, namun tidak terasa sesak. Dirancang dengan baik, namun tidak terkesan berlebihan.
Konteks
Pengembangan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di pusat kota London.
Ruang kini tidak lagi bersifat satu tujuan. Ritel, kuliner, dan budaya semakin bersanding satu sama lain, menciptakan lingkungan yang berfungsi sepanjang hari.
Gagasan tentang "kota 15 menit" di mana pekerjaan, waktu luang, dan kebutuhan sehari-hari berada dalam jarak yang dekat terlihat jelas di sini.
Corner Shop sangat sesuai dengan model tersebut.
Mengapa Ini Layak Mendapatkan Tempatnya
Ada banyak tempat untuk bersantap di pusat kota London. Namun, hanya sedikit yang dibentuk secara langsung oleh lingkungan sekitarnya seperti tempat ini.
Corner Shop berhasil karena ia mencerminkan bangunan tempatnya berada bagian dari pembangunan ulang, bagian dari ruang budaya, dan bagian dari lingkungan sehari-hari. Tempat ini tidak sekadar menjadi destinasi, melainkan sebuah integrasi.
Penilaian
- Tempat
- 9.3 / 10
- Konsep
- 9.2 / 10
- Makanan
- 9.0 / 10
- Pengalaman keseluruhan
- 9.2 / 10
- Keseluruhan
- 9.2 / 10
Untuk siapa
- Mereka yang tertarik pada bagaimana lingkungan binaan (built environment) di London berkembang.
- Orang-orang yang mencari ruang fleksibel yang dapat digunakan sepanjang hari di pusat kota London.
- Siapa pun yang bergerak di antara dunia kerja, budaya, dan kuliner dalam area yang sama.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apa itu Corner Shop di 180 The Strand?
- Corner Shop adalah konsep ritel dan kuliner yang berlokasi di 180 The Strand di pusat kota London. Tempat ini menggabungkan kafe, restoran, ritel, dan gelateria dalam satu lingkungan fleksibel yang dirancang untuk penggunaan sepanjang hari, bukan untuk acara khusus saja. Konsep ini dikembangkan oleh Alex Eagle, Nick Jones, dan Mark Wadhwa sebagai bagian dari pembangunan ulang 180 Quarter yang lebih luas.
- Di mana lokasi 180 The Strand?
- 180 The Strand berlokasi di Strand, pusat kota London WC2 di antara Aldwych dan Somerset House, dengan jarak berjalan kaki dari Covent Garden, Temple, dan Charing Cross. Bangunan ini awalnya dirancang oleh Frederick Gibberd pada tahun 1970-an sebagai blok perkantoran bergaya Brutalist dari batu Portland, dan telah dibangun ulang menjadi 180 Studios sebuah pusat budaya, perhotelan, dan kreatif serbaguna.
- Apa itu 180 Studios?
- 180 Studios adalah pusat budaya dan kreatif yang menempati bangunan 180 The Strand yang telah dibangun ulang. Tempat ini menjadi tuan rumah bagi berbagai pameran, acara mode, dan program kreatif termasuk peragaan busana selama London Fashion Week. Corner Shop berada di dalam pengembangan 180 Quarter yang lebih luas, yang menggabungkan struktur Brutalist asli dengan tambahan kaca dan batu baru yang dirancang untuk membuka situs tersebut ke arah jalan raya.
- Siapa yang mengembangkan Corner Shop?
- Corner Shop dikembangkan oleh Alex Eagle, Nick Jones, dan Mark Wadhwa. Alex Eagle adalah peritel busana dan gaya hidup dengan proyek-proyek sebelumnya termasuk tokonya di Mortimer Street. Nick Jones adalah pendiri Soho House. Kombinasi ini mencerminkan pendekatan ritel-perhotelan yang berfokus pada fleksibilitas dan integrasi budaya, alih-alih penawaran format tunggal.